Manteman ngopi
Untuk manteman.,,,! Hampir disetiap pergerakan langkah kita di iringi dengan hawa nafsu. Kita seringkali berprasangka bahwa yang kita lakukan itu benar sampai kita tidak sadar bahwa hawa nafsu kitalah yang membenarkannya. Dan kita baru sadar di ujung kisah ketika kita terbelit masalah. Menariknya kita mencoba menyelesaikan dengan kembali tuntunan hawa nafsu, yang semakin kita terbelit suatu masalah. Bagaikan benang yang pabelit di selesaikan dengan tidak bersabar dan ke hati-hatian yang menyebabkan tambah pabeulit dan kusut. Saya pernah berada di posisi itu, posisi seperti ikan yang terjerat jaring encrak, berontak dengan sakit. Fikiran menjadi keruh, hati gundah gulana beban semakin menambah berat dan yang pasti kebahagiaan semakin menjauh. Sampai pada suatu keadaan saya berhenti bergerak kana letih, lelah dan cape. Dan akhirnya saya mencoba tuk bertafakur dengan amat dalam sambil di temani dengan secangkir kopi, sapai saya menemukan suatu titik...